Doa
Doa
Du'a Banner
Du'a Banner
Doa
Himpunan doa-doa harian dan doa-doa Umrah, Haji untuk rujukan anda Dalam Islam, doa adalah permintaan, permohonan bahkan rayuan untuk meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT. Menurut Hadis Sunan Ibnu Majah (3828) seperti yang diriwayatkan oleh Saidina Nu'man, Nabi Muhammad SAW bersabda "Doa adalah (tindakan yang layak dinilai sebagai) ibadah”. Himpunan doa-doa harian dan juga doa-doa Umrah akan disertakan di dalam aplikasi telefon pintar kami yang sedang dibangunkan. Kami akan mengumumkan kepada anda sekiranya aplikasi ini sudah tersedia untuk dimuat turun.
Doa untuk Perjalanan
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا تَصَوَّبْنَا سَبَّحْنَا "Dari Jabir r.a berkata: "Apabila kami berjalan mendaki (naik), kami bertakbir dan apabila menuruni jalan kami bertasbih". Riwayat Bukhari (2772)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ “Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, iaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa ibubapa untuk anaknya”. Riwayat at Tirmidzi (3370)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق “Aku berlindung dengan kalimah-kalimah ALLAH yang sempurna daripada kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya" Riwayat Muslim (2708)
،اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ ،وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ ،وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ، فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا “Ya Allah, Rabb penguasa tujuh langit dan apa yang dinaunginya. Rabb penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya. Rabb yang menguasai syaitan-syaitan dan apa yang mereka sesatkan. Rabb yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Maka kami mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya, dan apa yang ada di dalamnya. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, kejahatan penghuninya dan apa yang ada di dalamnya.” Riwayat an Nasai (al Khubraa IV 201)
َأَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِك “Aku doakan agar Allah memelihara agamamu, amanahmu dan penutup-penutup amalmu kepada-Nya.” Riwayat al-Tirmizi (3443)
ِبِسْمِ ﷲِ تَوَكَّلْتُ عَلَى ﷲِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِـﷲ “Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal (berserah diri) kepada Allah, tiada daya upaya melainkan dengan izin Allah.” Riwayat al-Tirmizi (3426) اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ أَوْنَضِلَّ أَوْنَظْلِمَ أَوْنُظْلَمَ أَوْنَجْهَلَ أَوْيُجْهَلَ عَلَيْنَا “Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari tergelincir atau tersesat, atau berlaku zalim atau dizalimi atau bersikap bodoh atau kami dibodohi” Riwayat al-Tirmizi (3349)
ﷲ أكبر ﷲ أكبر ﷲ أكبر سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْل “(Allah Maha Besar! Allah Maha Besar! Allah Maha Besar!) Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali. Ya Allah! Kami mohon kepada-Mu agar permusafiran kami ini di atas kebaikan dan ketaqwaan, dan ia dikira sebagai amalan yang Engkau redhai. Ya Allah! kami mohon agar permusafiran ini menjadi mudah ke atas kami, Engkau lipatkanlah jaraknya (supaya menjadi pendek). Ya Allah! Engkaulah Peneman ketika permusafiran dan Penjaga bagi ahli keluarga (yang ditinggalkan). Ya Allah! aku mohon berlindung daripada-Mu agar Engkau peliharalah kami daripada kesusahan ketika musafir, pemandangan yang mendukacitakan dan kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga kami.” Riwayat Muslim (1342)
Amalan sunat Umrah dan Haji
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ “Hamba-Mu datang menyahut panggilan-Mu, Ya Allah! Hamba-Mu datang menyahut panggilan-Mu, hamba-Mu datang menyahut panggilan-Mu, (Tuhan) yang tidak ada sekutu bagi-Mu, hamba-Mu datang menyahut panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan pemerintahan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.” (Muslim 841)
النَّبِيُّ صلى ﷲ عليه وسلم بِالْبَيْتِ عَلَى بَعِيرٍ، كُلَّمَا أَتَى الرُّكْنَ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَىْءٍ كَانَ عِنْدَهُ وَكَبَّرَ. “Nabi s.a.w melakukan Tawaf di Baitullah, di atas unta. Setiap melewati Rukun Hajar al Aswad beliau memberi isyarat dengan sesuatu yang beliau pegang dan bertakbir. (Bukhari 1613)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Wahai Tuhan kami, beikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari siksaan api neraka. (Abu Dawud 1892)
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللَّهِ﴾ "أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ" فَبَدَأَ بِالصَّفَا فَرَقِيَ عَلَيْهِ حَتَّى رَأَى الْبَيْتَ، فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَوَحَّدَ اللَّهَ وَكبَّرَهُ وَقَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ Ketika Nabi Shallallahu’alaihi wasallam dekat dengan bukit Safa, beliau membaca: Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah termasuk sy’iar agama Allah. Aku memulai sa’i dengan apa yang didahulukan oleh Allah. Kemudian beliau mulai dengan naik ke bukit Safa, hingga beliau melihat Ka’bah. Lalu menghadap kiblat, membaca kalimat tauhid, bertakbir 3x, lalu membaca: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, yang melaksanakan janjiNya, membela hambaNya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh sendirian. Kemudian beliau berdoa. Beliau membacanya (dzikir di atas dan doa) sebanyak 3x. Di dalam hadits tersebut dikatakan, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam juga membaca di Marwah sebagaimana beliau membaca di Safa. (Muslim 2242)
خير الدعاء دعاء يوم عرفة ، وخيرُ ما قلت أنا والنبيُّون من قبلي : لا إله إلا ﷲ وحدهُ ،لا شريك لهُ لهُ الملكُ ولهُ الحمدُ .وهو على كل شيء قدير Sebaik baik doa adalah doa pada hari ‘arafah dan sebaik baik apa yang aku dan para nabi sebelumku katakana adalah” “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (At Tirmidhi 3509)
ﷲ اکبر لاَ إِلَهَ إِلَّاﷲ ﷲُ أَحَدٌ “Nabi s.a.w naik unta bernama Al-Qaswa’ hingga di Masy’aril Haram, lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir dan tahlil serta kalimat tauhid. Beliau terus berdoa hingga fajar menyingsing. Kemudian beliau berangkat (ke Mina) sebelum matahari terbit.
ﷲ اكبر Dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma bahwa dia melempar Al Jumrah Ad-Dunya (Al Ulaa, awal) dengan tujuh kerikil dengan bertakbir pada setiap kali lemparannya, kemudian dia maju hingga sampai pada permukaan yang datar dia berdiri menghadap qiblat dengan agak lama, lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya kemudian melempar jumrah Al Wustho lalu dia mengambil jalan sebelah kiri pada dataran yang rata lalu berdiri menghadap qiblat dengan agak lama lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya dan tetap berdiri agak lama, kemudian dia melempar jumrah Al ‘Aqabah dari dasar lembah dan dia tidak berhenti disitu, lalu segera pergi dan berkata: “Begitulah aku melihat Nabi s.a.w mengerjakannya”.